Jumat, 20 Mei 2016

menyapa 2016

HAI haiii I come back again broo sist..hahhahaa lama deh ga muncul ,ni blog udh banyak sarang laba laba kali  yaaa...
2016 udah gue awali dengan haru biruu huhuhuh, banyak banget cobaannya , tapi alhamdulillah gue masih bisa diberi umur panjang hahhaaiiii...
terima kasih untuk semua yang telah mendoakan yaaa...


Kamis, 03 September 2015

RESIGN KERJA

haloooo hahah akhirnya, gue bisa bernapas lega..aaaaahhhhhhhhh

5 September 2015 gue resmi resign dari tempat kerja gue yihaaaayy, mau jadi calon pengangguran kok seneng, hiks hiks. Gini, bukan gue  lepas tanggung jawab atau kabur atau melarikan diri atau gimana, tapi ini bener bener udah jadi keputusan gue. Pengin cari suasana yang baruuu getoo loohh.

Surat resign udah gue kirim email ke bos gue di kantor pusat. Gaji bulan Agustus udah gue terima. Alhamdulillah, mulus... Gue kadang ngerasa sedih, udah susah senengg di sini. Tapi sekali lagi ini keputusan gue. Ada hal banyak yang harus gue benahi di rumah.

Brebes...gue punya keluarga baru di sini, teman baru, adik2 baru. Menyenangkan ! thats great.
Tapi gue punya impian lain, tidak hanya di dunia per TKI an ini aja. Gue masih pengin kuliah, Dan gue pengin selalu dekat sama bapak ibu di rumah, Ngerawat tanaman tanaman guee di rumah. Tiap sore nyiram bunga sama bapak.

Gue percaya, Alloh pasti akan kasih rejeki lain, yang tak terduga, tinggal gue nya aja yang berusaha dan berdoa.Gak apa apa, mungkin ini sulit tapi ini harus dilalui dengan hati yang lapang, tetap semangattt.......



Ira tetap dengan semangat yang membaraa


Minggu, 23 Agustus 2015

Gagal Kuliah Lagi

Minggu, 23 Agustus 2015, dengan semangat aku dan Wiwin temanku berjalan dengan langkah pasti menuju jalan raya untuk menunggu bis. Minggu itu, aku dan dia berniat ikut mendaftar program beasiswa dari Universitas Peradab Bumiayu. Kami langsung mengikuti tes. Betapa senangnya ketika kami dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon mahasiswa baru. Aku mengambil Ilmu Komunikasi dan Wiwin mengambil Agrobisnis.

Ketika sampai di rumah, kukatakan pada bapak ibu, dari raut wajah mereka, aku sedikit kecewa. Aku paham betul mereka sangat was was sekali ketika mendengar bahwa aku ingin sekali kuliah dan meninggalkan pekerjaan ini. Mereka bohong kalau mereka ingin aku kuliah, Yaaa Tuhan , aku tidak bermaksud dan tidak ingin marah kepada mereka. Tapi situasi kondisi ini menyebalkan. Betapa tidak kami menanggung beban yang sangat berat. Kami harus membayar 20 juta lebih untuk rumah yang kami tempati yang harus dibayarkan kepada saudara saudara dari bapak. Aku ingin meringankan beban mereka, tapi aku juga ingin kuliah, Aku sudah tidak betah disini aku sudah ingin cepat cepat resign. Aku ingin kerja yang dekat rumah saja. Aku ingin kuliah.......

Akhirnya kuputuskan, biarlah aku gagal lagi kuliah tahun ini..biarlah kehendak Tuhan nanti seperti apa..biarlah aku seperti ini saja...untuk meronta, mengeluh, menangis, berteriak..aku sudah tak mampu lagi...rasanya sakit, perih sesak..dada seperti di hantap kerasnya batu.

Aku hanya ingin kuliah, tapi bapak ibu mengkhawatirkan kondisi ekonomi keluarga kami. Aku paham betul, aku mengerti, apalagi dengan sikon pekerjaanku saat ini, dan aku mulai tidak betah....


Aku ingin sekolah lagi......
Aku ingin mereka tahu bahwa aku ini punya potensi
Aku ingin mereka bangga...
Aku ingin belajar lagi....
Aku ingin sekolah....






Ira dengan mata yang sembab menulis ini,





Rabu, 05 Agustus 2015

karangan aku

kini kau harus melupakan tindakan mereka yang menyakitimu
jadilah seperti air, yah kau tahu air di goyang goyangkan, di tusuk tusuk
tetaplah dia air.....


jangan pernah meremehkan mereka
walaupun pakaiannya kumel, pekerjaan mereka halal dan mulia
membersihkan lingkungan kita dari sampah....

tidak masalah cintamu ditolak, mungkin kau salah sasaran, ayo bidik lagi yang tepat

berhati hatilah dalam berteman, siapapun bisa jadi musuhmu

rasa cinta yang sewajarnya
rasa sedih yang sewajarnya....
Alloh yang pertama....

ketika sanubari seakan berteriak meminta tolong,
ingatlah Alloh, dan Dia akan menolongmu....

kemudian saya berpikir bahwa,
memang benar kehidupan itu berputar

kekecewaan adalah  tidak menerima kenyataan yang terjadi

kamu marah? silahkan, setelah itu cuci muka, sholat dan tidur

mengapa rindu dengan lancangnya datang menyelip
keseluruh rongga jiwa ini, butuh penawar yaitu kamu


kamu adalah pensil, butuh peraut agar bisa digunakan untuk menulis,
butuh belajar agar hidupmu tidak berantakan

tidak seperti aku yang merindukanmu
tidak seperti kamu yang merindukannya.....

kututup masa laluku dan kutulis saat ini untuk di renungkan
bukan untuk diratapi, atau disesali.....

sekarang tidak cinta, siapa tau besok cinta

sekarang cinta siapa tau besok benci...

aahh apa ini hanya sedang merangkai kata , walaupun tak seindah yang kau bayangkan...



Kamis, 6 Agustus 2015 @Ragil Irawati










untuk apa?

untuk apa di ingat ingat
jika itu hanya akan membuat hatimu tersayat sayat

untuk apa berlari menjauh
sejatinya dia tidak mengejarmu

untuk apa balas dendam
memanglah dia orang yang pendiam

untuk apa mendekat
dia saja menatap lekat lekat

untuk apa mengenangnya
jelas untuk merindukannya

untuk apa saling iri
dia saja memiliki....

untuk apa menunggu
yang ditunggu saja tidak jelas 

untuk apa, banyak sekali yang muncul dikepalaku...


Rabu, 5 Agustus 2015 -Ragil Irawati

Senin, 03 Agustus 2015

Aku dan Cita Cita

salahkan kalau aku bercita cita menjadi anggota TNI ?

salah, karena kamu seorang perempuan, itu terlalu tinggi

tidak, tidak ada yang salah semua orang wajib mempunyai cita cita setinggi apapun itu, tidak ada orang yang berhak melaranganya.

Aku, kamu, kalian dan ribuan selauruh umat manusia pasti menginginkan sesuatu. Mulai dari bekerja keras, berdoa, berusaha sebaik baiknya agar keinginan kita tercapai. Bagaimana jika sudah tercapai? apakah sudah puas ? sudah cukup?

aku menyadari bahwa, ukuran cukup setiap orang berbeda beda, disinilah kita di uji, kita bisa pandai pandai bersyukur atau tidak.

aku dengan segala ambisiku ingin menjadi melati pagar bangsa. Menjadi seorang anggota Bintara TNI AD, sayang sekali aku tidak masuk kriteria itu. Sekarang hanya bisa berusaha dan berdoa supaya bisa kuliah, dan bisa mendaftar Secapa, Loh kok Bintara saja ga bisa apalagi Secapa?? Lha ini perlu di garis bawahi, dari segi kriteria Tinggi badan untuk Bintara minimal untuk wanita 160cm, sedangkan Secapa 155 cm, berhubung saya pendek jadi saya ngga bisa masuk Binatara, peluang satu satunya yaaa Secapa tapi harus kuliah dulu. Ini rencana besar. Jika ini terealisasikan, ooh betapa bahagianya, betapa bangganya bisa menjadi bagian dari mereka.  Bukan hanya sekedar pangkat dan pakaian yang dikenakan tapi ini lebih ke kebanggaan tersendiri. Melihat Ayah Ibu bangga anaknya menjadi anggota TNI. Ya Tuhan berilah aku kekuatan, dan panjangkanlah umur Ayah Ibu saya, supaya mereka bisa tetap mendoakan dan mnsupport anak bungsunya ini. Menjadi TNI bukan soal untuk nampang atau sekedar bergaya dengan seragamnya yang membuatnya gagah, sekali lagi ini lebih kepada bakti kita terhadap negeri ini. Apa yang sudah kita lakukan untuk negeri ini ?

Teruntuk semua teman teman dimanapun kalian berada, semangat yaa mewujudkan cita cita kalian..semoga Tuhan selalu melindungi.
Untuk saat ini dan seterusnya, tetaplah melakukan yang tebaik untuk keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan duniaaaaa.



Ira yang sedang berjuang !





Kamis, 30 Juli 2015

menulis sebagai pengingat masa lalu dan masa depan

Menulis sebagai pengingat masa lalu dan masa depan.- Ragil Irawati

Sejak saya bekerja dan setiap hari menatap layar monitor komputer, saya jadi sering menulis diblog lagi. Dulu saya buat karena untuk melengkapi tugas mapel kejuruan waktu saya masih duduk di SMK. Dan setelah itu cukup lama saya biarkan blog ini kosong hanya ada satu post. Dan awalnya saya sangat tertarik dengan berbagai template untuk blog, bagus bagus, lucu lucu, keren , jadi saya iseng iseng sering ganti ganti template, dari situ saya mulai berpikir bahwa kenapa blog saya harus kosong begini, kenapa tidak saya isi dengan tulisan tulisan saya sendiri. Nah langsung deh, mula mula semua ituu dari segala pengalaman pribadi saya, dan yah pokonya semua yang ada dalam pikiran saya , saya akan menuangkannya disini.

Menulis, tidak hanya penulis sejati yang bisa menulis, kalian semua pun bisa. Saya, kadang menulis pada sebuah kertas atau buku note yang kecil, ini dikarenakan daya ingat saya lemah, oleh karena setiap ada agenda atau ada hal hal yang sekiranya takut lupa, saya catat. Kadang malah saya catat di handphone saya. Tas saya, didalamnya terdapat kantong2 kecil, dan isinya kertas kertas semua. Itu bukan sampah, tetapi dokumen kecil yang jika hilang bisa menjadi masalah yang besar bagi saya.

Waktu di sekolah saya sering menulis di buku catatan pelajaran, dihalaman paling belakang, dan saya tulis disana cita cita saya, dan segala hal yang terjadi di hari itu, tidak lupa saya tulis tanggal dan waktunya. Saya masih menyimpan rapi buku buku sekolah saya dulu. Sehingga ketika saya rindu akan sekolah, saya pasti membukanya. Dan saya selalu tersenyum ketika saya membaca sambil mengingat ingat kembali kejadian tempo dulu. Dan surprise yaa, saya pernah menulis bahwa ''saya akan bekerja, pegang komputer, di gaji dengan gaji besar''. Dan saya sadar, sekarang tulisan itu menjadi kenyataan. Ini keren sekali ! sungguh !. Dari sini, saya selalu menulis apa yang saya inginkan, dan jika itu terlaksana saya sangat bahagia.

Saya bukan ahli sastra, yang mampu menyusun kata kata indah didalamnya, saya jarang membuat puisi. Kalau ada pun itu hanya tugas sewaktu sekolah...tapi sekarang saya mencobanya. Saya ingin bisa membuat puisi. Saya ingin bisa membuat cerpen yang isinya memberi manfaat untuk orang banyak. Dan saya ingin menerbitkan tulisan tulisan saya kelak dalam sebuah buku. Saya ingin nama saya tercantum di dalamnya.

Mungkin hari ini sebuah keinginan yang entah kapan itu terwujud. Berharap keajaiban datang kepadaku....